OPOP Jatim Dorong Koperasi Pesantren Sehat dan Berkualitas

  • 2 min read
  • Jun 15, 2021
OPOP Jatim Dorong Koperasi Pesantren Sehat dan Berkualitas

Program dari Dinas Koperasi, untuk Usaha Kecil dan Menengah yang ada di Jawa Timur atau program dari Diskop UKM Jawa Timur yang kepanjangannya adalah Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Jawa Timur, telah menggelar sosialisasi penguatan tentang organisasi dan tatalaksana kelembagaan dari koperasi sebagai salah satu upaya dalam mendukung program prioritas Pemprov Jawa Timur yang dinamai One Pesantren One Product atau bisa di singkat OPOP, pada haru Selasa tanggal 8 bulan Juni tahun 2021 di Hotel Mahkota Lamongan Jawa Timur.

Acara ini juga di hadiri oleh Sekretaris OPOP Jawa Timur yakni Muhammad Ghofirin, sebagai salah satu narasumber kegiatan sosialisasi tersebut. Beliau juga telah menjelaskan jika acara yang diikuti oleh 30 pesantren ini, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pengurus koperasi sehingga peran dan kualitas dari koperasi sebagai salah satu badan usaha dapat ditingkatkan di semua aspeknya.

Kemudian tujuannya juga untuk memberikan pengetahuan dan juga ilmu pada para peserta agar lebih kompeten didalam mengelola dan juga melaksanakan organisasi koperasi pondok pesantren yang selama ini masih belum berkembang khususnya di Jawa Timur. Hal ini juga sebagaimana kita ketahui apabila OPOP telah fokus pada peningkatan kualitas produk serta kualitas kelembagaan usaha yang dimiliki oleh pesantren.

Selanjutnya Gus Ghofirin yang juga sebagai panggilan akrabnya juga mengatakan jika koperasi sekarang ini harus mampunyai basis kelembagaan yang sangat kuat dengan menjalankan tentang prinsip-prinsip perkoperasian pada kelembagaannya. Maka dari itu koperasi yang sebagai lembaga ekonomi kerakyatan yang sangat membutuhkan penguatan kelembagaan sehingga agar lebih mampu menjadi lembaga yang sehat dan berkualitas kedepannya.

Nah, supaya dapat pengurus koperas pesantren kita dapat melaksanakan kewajibanya dengan baik misalnya seperti rapat anggota tahunan setiap tahunnya, kemudian selalu tertib administrasi dan tertib dalam pembukuan, dan lain sebagainya. Apabila semua itu telah terwujud, maka entitas bisnis yang ada di pesantren juga akan semakin kokoh serta dapat berkontribusi positif untuk keberlangsungan dan juga berkelanjutan ponpes di Jawa Timur untuk sekarang dan di masa yang akan datang.

Akan tetapi disisi lain, menurutnya juga ada beberapa pesantren yang masih menghadapi kendala. Diantaranya juga ada salah satunya kopontren yang belum memiliki badan hukum walaupun koperasi sudah berjalan dengan lancar.

Kemudian banyak hal yang juga akan terungkap misalnya saja peserta OPOP yang tidak memiliki koperasi maka dalam pertemuan tadi kita fasilitasi secara langsung, kemudian kita juga dorong agar segera mendirikan koperasi pesantren yang berbadan hukum, dan masih ada juga koperasinya berdiri namun nomer induk koperasinya belum ada, kemudian ada juga koperasinya berjalan tapi belum rutin laporan. Pada hal itu semua menjadi dinamika ketika kita melakukan pendampingan agar nantinya koperasi yang ada di pondok pesantren dengan program OPOP menjadi koperasi yang sehat dan juga berkualitas.

Acar yang diadakan di Lamongan ini juga diharapkan dapat menyerap pengetahuan yang disuguhkan. Maka dengan kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat untuk pemberdayaan koperasi pesantren serta mampu menghasilkan SDM yang berkualitas yang sesuai dengan tujuan dari program OPOP Mart.

Dan semoga tidak hanya di provinsi Jawa Timur saja yang memberlakukan program ini tapi juga untuk semua ponpes yang ada di seluruh Indonesia agar nantinya ponpes tersebut juga bisa mengelola ekonomi kerakyatan yang dapat membantu para penghuni ponpes dan sekitarnya, bahkan bisa sampai seluruh masyarakat Indonesia juga dapat merasakan manfaatnya.