Sistem reproduksi yang sehat bagi wanita sangat penting untuk dijaga. Karena kesehatan sistem reproduksi ini akan sangat berpengaruh pada masa depan, terutama bagi wanita yang sudah menikah. Dimana sistem reproduksi yang sehat akan memungkinkan seorang wanita mendapatkan kehamilan dengan mudah. Namun ada kalanya pada beberapa wanita memiliki permasalahan dengan sistem reproduksinya, seperti menstruasi yang tidak lancar, sindrom PCOS, endometriosis, miom, HIV, dll. Oleh karena itu, ketika Anda dan pasangan sudah melakukan hubungan intim di masa subur setelah menghitung masa subur sebelumnya namun belum membuahkan kehamilan, sebaiknya perlu waspada.

Sebagai seorang wanita, Anda harus selalu waspada dengan kondisi kesehatan sistem reproduksi. Jangan sampai Anda terlambat menyadari akan adanya penyakit atau masalah kesehatan yang mengganggu kesehatan sistem reproduksi. Karena dikhawatirkan kondisi semakin parah dan susah untuk disembuhkan. Dengan semakin cepat mengetahui jika ada sesuatu yang tidal beres dengan sistem reproduksi Anda, maka juga akan semakin cepat mengambil langkah pengobatan.

Ada beberapa tanda atau gejala yang sering muncul ketika sistem reproduksi mengalami gangguan kesehatan. Anda perlu mengetahui tanda atau gejala tersebut agar jika mengalami kondisi demikian bisa segera memeriksakan diri ke dokter, seperti yang berikut ini:

  • Mengalami demam tinggi, diare, muntah, dan syok secara bersamaan merupakan gejala dari penyakit Toxic Shock Syndrome.

Toxic Shock Syndrome merupakan penyakit langka mematikan yang terjadi karena adanya pelepasan racun di dalam vagina. Hal ini terjadi karena menggunakan pembalut yang tidak diganti selama berjam-jam. Hal inilah yang menyebabkan bakteri menyebar dan menimbulkan infeksi bakteri akut dengan gejala-gejala, seperti demam tinggi, diare, muntah, dan syok secara bersamaan.

  • Rasa nyeri pada sendi dan otot, diare, sakit kepala, demam menggigil, dan sakit tenggorokan merupakan gejala awal penyakit HIV.

Penyakit HIV merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang bisa ditularkan dengan cepat sekali dari orang ke orang lainnya. HIV bisa terjadi karena sering melakukan hubungan seksual dengan banyak orang, penggunaan jarum suntik, dll. Gejala awal yang muncul pada penderitanya, antara lain nyeri pada sendi dan otot, diare, sakit kepala, demam menggigil, sakit tenggorokan, serta tubuh menjadi semakin melemah.

  • Vagina gatal, merasakan sakit ketika buang air kecil maupun saat berhubungan seksual merupakan gejala dari penyakit vaginitis.

Vaginitis merupakan penyakit yang terjadi karena adanya infeksi pada vagina. Gejala yang dialami seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh pengaruh bahan kimia yang berasal dari sabun atau wewangian. Jika Anda mengalami berbagai gejala seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

  • Merasakan nyeri pada tulang pinggul, perdarahan yang banyak ketika menstruasi, serta nyeri ketika berhubungan intim merupakan gejala penyakit kista ovarium.

Kista ovarium merupakan kantong berisi cairan yang berada di dalam ovarium. Gejala yang muncul pada penyakit ini seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami berbagai gejala tersebut.

  • Menstruasi lebih banyak dari biasanya sebagai gejala menorrhagia.

Jika darah yang keluar saat menstruasi berlebihan, hal ini bisa jadi sebagai gejala dari menorrhagia.

  • Menstruasi melewati siklus normal dengan frekuensi yang terlalu sering merupakan gejala dari gangguan menstruasi oligomenorea.

Berbagai masalah sistem reproduksi tersebut bisa menjadi permasalahan di kemudian hari, seperti susah hamil, kemandulan, dll. Sehingga bagi yang merencanakan kehamilan sebaiknya menghitung masa subur dan memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin jika mengalami beberapa gejala seperti yang sudah disebutkan di atas.